Pages

Rabu, 10 April 2013

Fungsi Rutin Perpustakaan


FUNGSI RUTIN PERPUSTAKAAN

A.      Fungsi Rutin
Rutin disebut juga rutinitas. Runtinitas itu sendiri adalah kegiatan yang dilakukan sehari-hari secara berulang-ulang. Sehingga syarat dari fungsi rutin adalah membutuhkan pemikiran minimal mencakup kearsipan, pengadaan yang dilaksanakan pada kegiatan sehari-hari (secara berulang-ulang).
B.      Pekerjaan Rutin di Perpustakaan
Tugas rutin pekerjaan pengelola perpustakaan dibedakan dalam 3 urutan. Dimulai dari pengadaan, pengolahan bahan pustaka hingga pelayanan. Untuk lebih detilnya sebagai berikut;
1.      Pengadaan
Dalam pengadaan koleksi, kegiatan dimulai dari seleksi bahan pustak, pemesanan atau pembelian langsung dan penerimaan koleksi. Sebelum semua kegiatan ini dilakukan, perpustakaan perlu mengadakan survey tentang kekuatan koleksi dan survey mengenai kebutuhan pengguna perpustakaan. Kepala perpustakaan adalah penanggungjawab kegiatan seleksi pustaka.
Ø  Dasar-dasar Pengadaan
Kesalahan dalam membeli bahan pustaka menyebabkan pemborosan dana, waktu, dan tenaga. Koleksi tidak akan dibaca dan memenuhi rak. Oleh sebab itu, seleksi perlu dilakukan oleh sebuah tim khusus, yang terdiri atas staf senior dari berbagai bagian yang mempunyai wawasan luas tentang kegiatan organisasinya. Mereka dipilih dan diangkat paling tidak untuk masa kerja 2 atau tiga tahun. Tim seleksi mempunyai tugas dan kewajiban untuk menilai, memilih dan member masukan mengenai pustaka yang akan menjadi koleksi pustaka atau yang akan dikeluarkan (disiangi) dari koleksi perpustakaan.
 Pemilihan bahan pustaka dilakukan melalui sarana khusus, seperti catalog penerbit, bibliografi, subjek khusus, resensi buku, CD-ROM, internet atau masukan dari pengguna. Untuk mencocokkan data bibliografi atau verifikasi, dapat digunakan catalog penerbit terbaru, atau bibliografi nasional maupun internasional. Bentuk bahan pustaka itu sendiri berbentuk tercetak dan tidak tercetak. Bahan tercetak dapat berupa buku (monograf), buku untuk memperkaya wawasan dan buku rujukan (referens), dan bahan bukan buku, seperti terbitan berkala (junal/majalah, surat kabar) peta, brosur/pamphlet, dan sebagainya. Bahan tidak tercetak yang umumnya, seperti koleksi CD (compact disc), video, bentuk mikro, perlu koleksi.
Ø  Pengadaan koleksi diperoleh dari pembelian, tukar menukar, hadiah, titipan atau menerbitkan sendiri.
a)      Pembelian
Pembelian bahan pustaka dilakukan berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan oleh Tim seleksi. Cara pembelian adalah melalui penerbit, took buku langsung, pemesanan melalui agen, atau pemesanan secara tetap (standing order). Untuk terbitan berkala dipertimbangkan harga langganannya. Apabila harga langganannya terlalu mahal dan tidak ada jurnal alternatifnya, sedangkan peminatnya banyak, maka jurnal tersebut wajib dilanggan.
b)      Tukar menukar
Cara pengadaan ini dilakukan dengan cara aktif menghubungi lembaga lain, untuk menukarkan bahan pustaka yang tidak dijadikan koleksi dengan bahan pustaka dari lembaga yang dihubungi. Bahan pustaka tersebut harus sesuai dengan kebutuhan lembaga induk.
c)      Hadiah
Perpustakaan dapat menambah koleksi melalui penerimaan hadiah dari lembaga lain atau perorangan, dengan syarat bahwa sebaiknya hadiah disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan. Hadiah yang tidak sesuai dapat digunakan sebagai bahan pertukaran koleksi atau disumbangkan bagi yang memerlukan. Baik hadiah yang berasal dari pemberian maupun dari permintaan perpustakaan sendiri, pengelola sebaiknya mengirimkan ucapan terimakasih.
d)      Titipan
Biasanya, koleksi yang dititipkan di perpustakaan adalah milik orang-orang yang tidak tahu lagi, tidak menginginkan lagi menyimpan koleksinya atau memang ingin agar masyarakat dapat mengakses koleksinya dengan lebih mudah. Umumnya, mereka adalah orang-orang yang pernah dekat pada lembaga terkait, sehingga menaruh kepercayaan untuk menyimpankan buku-bukunya.
e)      Menerbitkan sendiri
Perpustakaan atau bahkan lembaga induk dapat menerbitkan buku, misalnya buku berisi informasi tentang lembaga, tentang produk atau jasa yang dihasilkan, dan lain sebagainya.
Ø  Pengembangan koleksi
Pengembangan koleksi perlu dilakukan secara periodic dengan melakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi, petugas perpustakaan dapat mengetahui keadaan nyata koleksi perpustakaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hasil tersebut juga digunakan sebagai alat kontrol dari kebijakan pengembangan koleksi, dan menentukan kebijakan perawatan koleksi perpustakaan. Tujuan lain adalah untuk menghemat tempat dan memberi tempat untuk koleksi yang mutakhir dan menjadikan koleksi pustaka lebih akurat, relevan , mutakhir dan lebih menarik.
Evaluasi dapat dilakukan dengan inventarisasi (stock opname). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui keadaan koleksi ditinjau dari segi kuantitas dan segi pemanfaatan koleksi serta segi kondisi fisik pustaka. Kegiatan ini dapat dilakukan setahun sekali atau dua tahun sekali, dengan mengerahkan seluruh staf perpustakaan yang disesuaikan dengan kebijakan perpustakaan. Memeriksa pustaka yang masih tercatat sesuai dengan katalog perpustakaan, biasanya disebut dengan istilah shelflist. Mencatat apakah masih ada di rak, dipinjam atau hilang.
Kegiatan yang sering terlupakan adalah pemeliharaan koleksi. Pada kenyataannya, banyak perpustakaan (tentu saja tidak semua) yang tidak melakukannya. Hal ini bisa dimaklumi sebab pekerjaan ini tidak rutin dilakukan, hanya pada waktu-waktu tertentu, jadi seringkali terlupakan. Kegiatan pemeliharaan koleksi meliputi :
a.      Reproduksi
Koleksi yang tergolong langka (baik koleksi yang sulit dan jarang ditemukan; koleksi yang berharga mahal; koleksi yang sering digunakan) sebaiknya dilestarikan dengan memproduksi ulang. Caranya: fotokopi; membuatnya dalam bentuk mikro; membuat duplikasi dari pustaka bukan buku.
b.      Penyiangan (weeding)
Kegiatan ini merupakan proses berkesinambungan dan dilakukan secara teratur untuk mengeluarkan pustaka dari jajaran koleksi. Penyiangan dilakukan terhadap pustaka dalam berbagai format yang dianggap: 1) Nilai atau kandungan informasinya sudah kadaluwarsa, tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang mutakhir; 2) Pustaka yang isinya sudah tidak lengkap, sudah dalam keadaan rusak berat dan tidak mungkin diperbaiki kembali; 3) Sudah ada edisi baru yang lebih lengkap dan mutakhir informasinya; 4) Pustaka sudah tidak pernah dipinjam lebih dari 5 tahun sejak pertama berada di perpustakaan dan jumlahnya terlalu banyak; 5) Pustaka yang disensor.
c.       Penjilidan
Penjilidan ulang dilakukan terhadap koleksi yang sampulnya rusak; koleksi yang terlalu tipis; koleksi yang jilidannya lepas; atau sekumpulan majalah lepas.
d.      Laminasi
Pustaka yang mempunyai sampul yang rapuh dan mudah koyak, atau sampul kain yang mudah dihinggapi hewan-hewan kecil seperti rayap, sebaiknya diberi pelindung plastik. Sebelumnya dapat dilakukan penyemprotan dengan bahan kimia (coating).
Selain melakukan tindakan pemeliharaan, perpustakaan perlu mengetahui faktor-faktor perusak pustaka, sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan dan jika terlanjur terjadi, mudah mengatasinya. Faktor tersebut adalah :
  1. faktor fisik : perlakuan kurang tepat oleh manusia, debu dan kotoran dan cahaya matahari yang langsung mengenai pustaka, bencana alam (banjir, kebakaran).
  2. faktor kimiawi atau iklim : kelembaban udara tinggi, suhu udara yang fluktuatif,reaksi kimia yang terjadikarena proses oksidasi dan hidrolisa materi pustaka, dan pencemaran udara.
  3. faktor hayati : jamur (cendawan), serangga (kecoak danngengat), dan hewan pengerat terutama tikus. Untuk mengatasi ini, bisa dilakukan fumigasi, yaitu mengasapi bahan pustaka agar jamur tidak tumbuh, binatang dan renik perusak lainnya mati.
Tindakan pencegahan yang minimum dapat dilakukan adalah mengatur suhu ruangan. Suhu ruangan yang ideal untuk mencegah kerusakan bahan pustaka adalah 20ºC – 24ºC, dengan kelembaban 45% - 60% RH (relatif humidity). Untuk memperoleh suhu ini diperlukan ‘air conditioning’ (AC) pada ruang perpustakaan. Selain itu perlu dipasang ‘thermohygrometer’ untuk mengukur kelembaban udara. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan, pemasangan AC sebaiknya selama 24 jam. Turun naiknya suhu udara akan mempengaruhi turun naiknya kelembaban ruangan, dan hal ini akan mempercepat kerusakan bahan pustaka.
Untuk menjaga keamanan dan mencegah kehilangan dan kerusakan bahan pustaka diperlukan : Locker, meja pendaftaran pengunjung yang diawasi atau dijaga oleh seorang staf perpustakaan (secara bergiliran), cermin kontrol untuk mengawasi tingkah laku dan kegiatan pengguna di perpustakaan atau pintu ‘turnstyle’ untuk mengatur arus keluar masuk pengguna perpustakaan.
Ø  Tata kerja pengadaan
Pekerjaan rutin dalam kegiatan pengadaan koleksi dimulai dari penyeleksian, pemesanan, penerimaan hingga inventarisasi.
a)       Menyeleksi daftar pustaka dari berbagai sumber dan sarana pemilihan, katalog penerbit, toko buku, tinjauan buku, rekan kerja di lingkungan internal, masyarakat umum yang menjadi pelanggan, dan sebagainya.
- Menyeleksi buku yang berasal dari hadiah atau tukar-menukar. Jika subjek tidak sesuai dengan kebijakan pengembangan koleksi, sebaiknya buku di hibahkan kepada perpustakaan lembaga lain.
- Mengecek daftar tersebut apakah sudah dimiliki perpustakaan, sekaligus mengecek bibliografi atau verikasi dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. Pengecekan dilakukan pada daftar desidarata, katalog, daftar pesan dan daftar bibliografi.
b)       Pemesanan
- Jika membeli melalui agen, ketik daftar pesanan 2 rangkap (satu untuk disimpan dalam jajaran katalog, satu sebagai daftar desiderata, dan satu untuk dikirim ke agen).
- Jika membeli melalui toko buku online, umumnya catatan hasil pesanan yang dilengkapi dengan harga buku dan biaya pengiriman akan dikonfirmasi oleh took buku tersebut tidak lama setelah transaksi dilakukan.
c)        Penerimaan
- Setelah buku datang, periksa faktur (invoice) dengan daftar pesanan. Jika cocok, keluarkan kartu pesan dan sisipkan ke dalam buku. Jika tidak cocok karena tidak pesan atau karena buku cacat, kembalikan buku ke agen untuk ditukar.
- Menyusun kartu pesan ke dalam jajaran daftar ‘buku dalam proses’.
d)       Inventarisasi
- Menginventarisasi buku ke dalam buku induk. Buku induk berisi informasi tentang nomor induk (nomor ditulis juga pada buku), tanggal pencatatan, data buku yaitu nama penulis, judul buku, edisi dan tahun terbit, penerbit, harga buku jika hasil pembelian dan sumber buku jika hasil hadiah atau tukar menukar, dan keterangan.
- Bubuhi cap perpustakaan dan cap registrasi.
2.      Pengolahan
Setelah bahan pustaka diterima dari bagian pengadaan, bahan pustaka mulai diolah. Kegiatan ini perlu dilakukan secara cermat, mulai dari mencatat data bibliografi, menganalisis subjek, menentukan nomor kelas dan titik akses (point access), pembuatan perlengkapan fisik pustaka seperti label, sampul plastik, kartu dan kantong buku. Setelah bahan pustaka siap, pengelola menyusunnya di rak, demikian pula dengan kartu katalognya yang disusun di lemari katalog, hingga pengawasan dan evaluasi koleksi. Pengolahan yang baik akan memudahkan sistem temu kembali (retrieval system) dokumen secara cepat dan tepat.
Ø  Dasar-dasar Pengolahan
Dalam pembuatan katalog deskriptif yaitu kegiatan mencantumkan semua informasi mengenai buku, mulai dari judul buku, penulis, penerbitan, edisi, sampai deskripsi fisik digunakan AACR2. Kegiatan pengindeksan subjek adalah penentuan tajuk untuk setiap koleksi, sementara itu penulisan tajuk entri adalah kegiatan yang penting karena menentukan kemudahan akses pada suatu dokumen, di sini digunakan DDC. Tahap terakhir pengolahan adalah memasukkan dan mencetak data dalam kartu katalog, serta mencetak daftar pengerakan (shelflist) untuk kepentingan stock opname. Pada pokoknya, pedoman yang digunakan adalah :

  • Anglo-American Rules 2nd ed. (AACR2) untuk membuat deskripsi bibliografi, atau Peraturan Katalogisasi Indonesia, edisi 4 (Perpustakaan Nasional, 1994)
  • Daftar Tajuk Subjek untuk Perpustakaan, edisi 4 (Perpustakaan Nasional,1994) untuk menentukan tajuk subjek pustaka
  • Dewey Decimal Classification (DDC) 21st ed. untuk menentukan nomor panggil pustaka
  • Dasar-dasar analisis untuk pengindeksan subjek dokumen. Disadur dari karya A.G. Brown “An Introduction to subject indexing section 2: subject analysis” (London, 1982)

Ø  Tata Kerja Pengolahan
Tata kerja rutin pengolahan dimulai dari pengatalogan deskriptif dan pengatalogan subjek, melengkapi fisik buku hingga penyusunannya di rak.
a)      Menerima buku atau bahan pustaka lain dari Bagian Pengadaan disertai lembar kerja dan daftar pengiriman.
b)      Pengatalogan
- Catat data buku ke dalam lembar kerja. Keterangan yang perlu dicatat adalah keterangan seperti yang dicatat dalam buku induk, ditambah deskripsi fisik buku dan catatan eksemplar. Sisipkan lembar kerja pada buku.
- Membuat deskripsi bibliografi (gunakan AACR2), menentukan tajuk subjek (gunakan Daftar Tajuk Subjek), pemberian notasi kelas (gunakan DDC).
- Setelah lembar kerja dicek, masukkan data ke dalam komputer dan cetak kartu katalog.
- Keluarkan kartu pesan dari jajaran ‘buku dalam proses’, sisipkan ke dalam buku.
c)      Melengkapi fisik buku
- Lengkapi buku dengan perlengkapan fisik, yaitu sampul plastik jika perlu dan label nomor panggil.
- Untuk keperluan layanan sirkulasi, lengkapi buku dengan kartu dan kantong buku, serta lembaran atau slip tanggal kembali.
d)      Penyusunan
- Susun buku di rak berdasarkan nomor klasifikasi (kegiatan ini disebut shelving). Ada 2 cara menyusun koleksi, yaitu penempatan relatif (berdasarkan nomor kelas/subjek) dan penempatan tetap (berdasarkan nomor urutan pada rak). Susunan bisa terpisah-pisah berdasarkan ukuran buku, dan kegunaan buku (misalnya buku rujukan, buku biasa, dll). Untuk koleksi audiovisual sebaiknya disimpan dalam ruangan ber-AC.
- Susun kartu katalog di laci katalog berdasarkan jajaran entri judul buku berabjad, pengarang berabjad, subjek berabjad dan nomor klasifikasi. Kemudian, susun kartu shelflist, yaitu katalog khusus untuk digunakan dalam stock opname.
Ø  Prosedur Pengolahan Majalah dan Surat Kabar
               Perbedaannya dengan pengolahan buku, majalah dan surat kabar tidak perlu mengalami proses pengkatalogan dan perlengkapan fisik sepertipada buku atau pustaka lain.
a)      Kirim pesanan berlangganan pada agen sesuai kebijakan perpustakaan, dapat berlangganan beberapa bulan, setahun atau bahkan lebih. Jika waktu langganan selesai, dapat diperpanjang.
b)      Jika majalah dan surat kabar datang, periksa fisik dan alamat tujuan. Jika cocok, catat pada lembaran kardeks, jika tidak, kembalikan / klaim ke agen. Kardeks berisi keterangan tentang judul majalah/surat kabar, alamat penerbit, frekuensi terbit, volume serta nomor dan catatan tentang penerimaan selama satu tahun.
c)      Bubuhi cap perpustakaan dan cap tanggal penerimaan.
d)      Jika ada nomor yang belum diterima, kirim surat tagihan pada agen.
e)      Susun majalah dan surat kabar pada rak display berdasarkan alfabetis judul majalah atau surat kabar.
f)       Simpan edisi lama dalam box bersama edisi sebelumnya yang diletakkan di rak yang berbeda. Biasanya,majalah yang dianggap penting dijilid dalam jumlah edisi tertentu.

3.      Layanan
Sistem layanan dibedakan 2 jenis, yaitu layanan terbuka dan layanan tertutup. Layanan terbuka mempersilakan pengguna memilih sendiri pustaka yang diminati dari rak buku atau pustaka lainnya, sedangkan layanan tertutup tidak mengizinkan pengguna langsung ke rak. Dalam bagian ini, pembahasan layanan akan dibatasi.
Ø  Dasar-dasar Layanan Pengguna
Layanan merupakan tugas penting, karena bagian inilah yang memegang peranan dalam menyampaikan informasi kepada pengguna. Pengguna adalah seluruh karyawan serta orang luar yang diberi izin untuk memperoleh layanan.
Salah satu unsur penting dalam layanan adalah petugas. Ia diberi wewenang untuk melayani pengguna sehingga diharapkan memiliki persyaratan sebagai berikut, yang tercantum pula dalam kode etik pustakawan :
  1. Sikap ramah dan sabar
  2. Pengetahuan yang luas terutama yang relevan dengan lembaga tempat bekerja, seperti visi dan misi lembaga, kegiatan setiap bagian di dalam lembaga. Petugas juga perlu mengikuti setiap pertemuan yang berkaitan dengan kegiatan lembaga, berdiskusi dengan karyawan lainnya serta mengikuti perkembangan profesinya, yaitu perpustakaan dan informasi.
  3. Keterampilan dan keahlian dalam menggunakan bahan-bahan yang  tersedia, termasuk mengakses bahan elektronik.
  4. Ketelitian
Ø  Jenis Layanan Pengguna
Jenis layanan di perpustakaan khusus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Karena sifat pengguna yang homogen, kebutuhan informasinya kurang lebih sama, sehingga petugas perpustakaan dapat dengan lebih mudah memenuhi kebutuhan pengguna. Layanan yang disebutkan di sini, adalah layanan minimal atau layanan dasar perpustakaan, jenis layanan lainnya sangat tergantung pada lembaga induk masing-masing :
a)      Ruang baca. Suasana yang tenang dan nyaman perlu diupayakan agar pengguna dapat membaca dengan tenang.
b)      Sirkulasi. Layanan yang menyangkut peminjaman dan pengembalian buku/bahan pustaka.
c)      Layanan rujukan, menyediakan buku-buku rujukan (referens) seperti kamus, ensiklopedi, direktori, buku tahunan, sumber ilmu bumi, sumber riwayat hidup, bibliografi, indeks dan abstrak, dan melayani menjawab pertanyaan yang diajukan.
d)      Pendidikan Pemakai. Perpustakaan perlu dan wajib memberikan layanan orientasi dan pendidikan pemakai kepada staf baru, agar mampu memanfaatkan perpustakaan guna mendukung kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan  mereka. Kegiatan diadakan secara rutin bergantung kepada masa penerimaan pegawai baru. Kepala perpustakaan  bertugas menjelaskan secara umum kegiatan  dan layanan di perpustakaan, bagaimana menggunakan katalog perpustakaan/OPAC, susunan pustaka di rak, dan peraturan perpustakaan yang harus ditaati.
4.      Promosi Perpustakaan
Meskipun perpustakaan di sebuah lembaga memiliki pengguna yang sudah pasti, yaitu staf lembaga tersebut, belum tentu mereka memanfaatkannya, baik dalam hal jumlah maupun tingkat pemakaiannya. Untuk mengetahuinya diperlukan survei khusus. Bagaimanapun juga, perpustakaan perlu dipromosikan.
Hakikat tujuan promosi adalah membina dan mengembangkan kepercayaan pengguna kepada perpustakaan. Dengan rasa percaya, pengguna bukan saja mengenal perpustakaan dengan baik, tetapi mencintai perpustakaan, sehingga mereka akan memanfaatkannya secara optimal dan bahkan menjaganya.
Promosi merupakan salah satu unsur dari pemasaran yaitu product, price, place, promotion dan processing. Unsur pertama di perpustakaan adalah berupa jasa, khususnya layanan informasi. Perpustakaan harus dapat menentukan seperti apa layanan informasi yang dibutuhkan staf lembaga terkait. Untuk melakukan layanan tersebut, perlu diperhitungkan pula biaya yang diperlukan dan juga harga informasi tersebut, yang umumnya hasil darikemas ulang. Place, atau tempat pemasaran dilakukan adalah perpustakaan itu sendiri, mulai dari lokasi, gedung, perabotan hingga staf perpustakaan. Lokasi yang strategis, rambu-rambu di dalam gedung dan performa perpustakaan yang baik menentukan keberhasilan promosi. Promosi adalah mengkomunikasikan keberadaan perpustakaan. Unsur terakhir adalah processing, yaitu pengolahan dan penyajian data. Statistik di perpustakaan setidaknya mencakup jumlah pengguna setiap harinya, jumlah peminjaman, data koleksi (jumlah, jenis dan data per subjek, jumlah buku rusak dan hilang), inventaris dan data tentang kebutuhan staf akan informasi (dapat diligat dari jumlah dan jenis pertanyaan referensi). Pencatatan statistik yang baik akan sangat membantu pimpinan dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan.
Agar tujuan promosi tercapai, perpustakaan sebaiknya melakukan ke-lima unsur pemasaran tersebut yang merupakan satu kesatuan. Promosi dapat dilakukan dengan cara :
-     menerbitkan informasi tentang perpustakaan : accession list (daftar tambahan pustaka), bulletin perpustakaan, brosur, indeks artikel, dan informasi lainnya
-     memajang buku atau pustaka non buku di ruang/rak pamer
-     mengadakan pendekatan proaktif ke pimpinan : untuk memperoleh kewenangan mengelola perpustakaan dan berkoordinasi dengan seluruh bagian dilembaga induk, serta mendapatkan fasilitas yang diperlukan untuk pengembangan perpustakaan secara keseluruhan
-     mengadakan pendekatan proaktif ke pengguna : untuk mengetahui kebutuhan informasi dan kepuasan pengguna
5.      Pengembangan Perpustakaan
Pengembangan perpustakaan perlu dilakukan perpustakaan agar tidak tertinggal dengan dunia luar yang dinamis sekaligus menjaganya agar tetap sejalan dengan tujuan lembaga induk. Umumnya ada 3 aspek yang perlu dikembangkan dalam perpustakaan, yaitu pengembangan koleksi, pengembangan sarana simpan dan temu kembali koleksi, dan pengembangan staf. Karena kegiatan pengembangan selalu memanfaatkan hasil penelitian, dengan demikian hal-hal yang perlu diteliti adalah :
a)      Survei pengguna. Survei yang dilakukan adalah penelitian kebutuhan pengguna dan kepuasan pengguna terhadap perpustakaan.
b)      Stock opname. Survei dilakukan untuk mengetahui kekuatan koleksi yang dimiliki, mulai dari mutu, harga dan tingkat keterpakaiannya, dan bagaimana cara menginformasikannya.
c)      Penelitian perkembangan teknologi informasi. Survei dilakukan untuk mengetahui kemajuan teknologi, mulai dari spesifikasi, harga, kualitas hingga pemeliharaannya, agar perpustakaan dapat memanfaatkan teknologi yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan.
d)      Penjajagan kerjasama dan jaringan dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan lembaga induk. Hendaknya selalu disadari bahwa tidak ada satu pun perpustakaan yang dapat memenuhi kebutuhan semua orang dengan hanya mengandalkan koleksi sendiri. Lembaga yang dimaksud adalah lembaga pemerintahan, lembaga LSM, penerbit dan toko buku, universitas, atau perpustakaan-perpustakaan lain seperti Perpustakaan Nasional.
e)      Penelitian kinerja staf perpustakaan. Seluruh staf dibagian mana pun, tidak hanya pengelola perpustakaan, sebaiknya diteliti tingkat kinerjanya. Dengan demikian, setelah mereka mengetahui tingkat prestasi masing-masing, mereka dapat diarahkan untuk pengembangan selanjutnya. Staf yang memiliki kemauan untuk maju dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik adalah asset perusahaan yang sangat berharga.



Daftar Pustaka

Sedijoprapto, Endang I. 2001. Perpustakaan khusus : keberadaannya dalam dalam institusi serta dasar-dasar pengelolaannya. Jakarta: CV. Maju Bersama.
Stueart, Robert D. dan Barbara B. Moran. 1987. Library management. 3rd ed. Littleton, Colorado.
Wendell, Laura. 2001. Perpustakaan untuk kita semua! : cara memulai dan mengelola sebuah perpustakaan dasar. Jakarta: Coca-cola Foundation Indonesia.
Wijayanti, Luki. 2000. Tata kerja perpustakaan. Makalah dipresentasikan pada Pendidikan Suspajarah TNI Angkatan 11 Bidang Dokumentasi dan Perpustakaan, Jakarta, Oktober-November.

Selasa, 04 Desember 2012


TIPS & CARA MENGHEMAT KUOTA PAKET MODEM
1.  Matikan extension atau add-ons pada browser
2.  Tutup tab yang tidak digunakan
3.  Hindari download atau upload
4.  Matikan Update Otomatis
5.  Pakai mobile view jika diperlukan
6.  Hindari video chatting
7.  Hindari main game online
8.  Hindari nonton you tube
9.  Buat blogger hindari aplikasi analisis web
10. Tunda akses browsing
Nah itulah ke 10 Tips atau cara yang saya gunakan untuk menghemat kuota modem, tidak semua tips diatas saya praktekan setiap saat saya buka internet, tapi jika sudah sekarat semua tips diatas saya praktekkan semuanya, gimana dengan sobat? Kalau kurang jelas, sobat bisa tanya di kolom komen. Hehee *ngarep.com
Selamat mencoba..Semoga bermanfaat yah
.. good luck.. fighting.. salam solid

It’s Time to Blast! Cara Belajar yang Menyenangkan untuk Persiapan Ujian

Waktu berputar mengantarkan kita ke penghujung tahun.
Banyak hal menunggu kita, salah satunya ujian akhir!
Wuhuw…setelah satu semester penuh kita berkutat dengan kelas-kelas, tugas-tugas, proyek-proyek, praktikum-praktikum, dan berbagai asistensi, sekarang waktunya kita untuk unjuk aksi kita bertarung dengan uji kemampuan displin ilmu yang kita dalami.
Sebelum memulai, ada baiknya kita berbagi informasi dan pengalaman cara belajar yang menyenangkan untuk persiapan ujian…
Ada beberapa hal yang bisa dibagi nih…
  1. Beri stimulus ke hati dan pikiran kita dengan memasang wewangian yang kita sukai di ruangan tempat belajar. Bisa wewangian yang segar dan memicu semangat, seperti buah lemon, lime, apel, atau mineral oil; atau juga yang bisa buat kita rileks dari stres sindrom pra-ujian, seperti lavender, cokelat, atau melati. Atau punya wewangian favorit pribadi? Name it!
  2. Kenali cara belajar yang efektif bagi diri sendiri. Perlu baca bahan kuliah di tempat yang tenang? Suka diskusi dengan teman-teman untuk bahas soal atau kasus? Biasa latihan ngoding di komputer sambil dengerin musik? Lebih sering nge-resume lagi catatan, bahan presentasi, dan buku-buku referensi dalam semalam? Atau justru perlu melafalkan hafalan catatan? Itu semua tergantung pribadi masing-masing, dan pastikan cara apapun yang kita gunakan tidak mengganggu orang lain yang punya cara belajar berbeda.
  3. Ingat istirahat dan tidur. Seberat apapun ujian besok, sebanyak apapun bahan yang harus kita baca ulang, segila apapun kasus yang kita pikirkan dosen akan berikan ke kita, yang kita butuhkan adalah istirahat di sela-sela kesibukan belajar kita. Istirahat bisa berupa dengerin musik favorit, iseng update status di Facebook, olahraga kecil, makan cemilan, atau apapun. Ingat tubuh kita harus disayangin… tidur juga wajib. Atur waktu belajar dengan baik sehingga kita punya waktu untuk tidur biar esok harinya kita sehat.
  4. Makan teratur tetap masuk to-do-list. Jangan sampai aktivitas belajar kita buat kita lupa untuk makan, ibadah, dan mandi…
  5. Jangan lupa berdoa. Semoga yang kita lakukan itu diridhoi, dimudahkan, dan dinilai sebagai ibadah. Dia-lah pemilik ilmu pengetahuan dan pada dialah kita berserah diri setelah berusaha…
  6. Jika semua sudah disiapkan, hal teknis dan non-teknis pra-ujian terpenuhi…sekarang waktunya untuk ‘perang’! It’s time to blast, pals!
Mudah-mudahan nilai ujian kita sebanding dengan usaha kita. Target dan ambisi untuk dapat nilai bagus itu perlu, tapi jangan sampai buat kita jadi gila dan tidak manusiawi. Beberapa hal yang disebutkan sebelumnya mungkin perlu ditambah dan dilengkapi, karena Penulis hanya berbagi hal-hal yang kadang kita lupakan…
Selamat ujian teman-teman…

PANTUN Nasionalisme

Membuat kain benang dirajut
Jangan gunakan membungkus tempe
Kalaulah bangsa ingin berlanjut
Mari merawat nasionalisme


Kalau ingin menanam kacang
Jangan abaikan tikus yang jahil
Nasionalisme tergoncang-goncang
Sumber daya alam dibagi tak adil

Indah dipandang air mancur
Jauh dipandang bagai menara
Nasionalisme tipis dan luntur
Tergerus korupsi uang negara


Mencari tikus gunakan senter
Tikus sembunyi di tumpukan jarum
Nasionalisme bocor tercecer
Ditimpa bencana mafia hukum


Bawang merah tanam berbilik
Bawang putih tak bisa tumbuh
Nasionalisme tercabik-cabik
Beda keyakinan dianggap musuh


Dalam rawa banyak buaya
Ikan kecil banyak dipancing
Nasionalisme tak bisa berdaya
Takluk di bawah kepentingan asing



Cinta Tanah Air

Darahku kini ku korbankan 
Keringatku kini ku keluarkan 
Demi cinta tanah air 
Indonesia tetap jaya 

Semangat juang berkobaran 
Rela mati dipertahankan 
Demi tumpah darah yang satu 
Indonesia yang merdeka 

Sang merah putih ku kibarkan 
Lagu kebangsaan ku senandungkan 
Demi kehormatan dan kebanggaaan 
Indonesia sang pusaka 

Banyak suku yang berbeda-beda 
Bahasa kasih yang tak sama 
Tapi hati kita tetap satu 
Indonesia tanah air 

Sungguh bangga ku berpijak 
Di tanah yang subur akan cinta 
Sungguh bahagia ku berlindung 
Di tempat yang indah penuh suka cita 

Terima kasih sang pahlawan 
Mendapat kemerdekaan penuh perjuangan 
Kini kedamaian meliputi kami 
Kesejahteraan rakyat ada ditangan


Ssst.. Ini Tips RAHASIA Sukses UAS!

Nah, bagi temen-temen yang juga sedang dirundung UAS atau ujian lainnya, saya ingin berbagi tips rahasia nih. :mrgreen:
Bikin catatan kecil
Eits, bukan untuk nyontek loh ya, tapi untuk membantu kamu mengingat materi daripada hanya sekedar menghafal. Menurut saya pribadi sih, saya lebih terbantu ketika mengingat apa-apa yang telah saya tulis sebelumnya. `Oia, saya tadi kan nulis bla-bla-bla`. Selain itu, catatan kecil tersebut sangat berguna untuk membantu kita untuk mereview kembali ingatan kita sebelum ujian dimulai. Oia jika kamu orangnya visual, bisa kamu tambahkan gambar loh. It’s must be interesting :D
Bikin mind-mapping
Istilahnya keren yak? Bukan cuma istilahnya, implementasinya juga tak kalah keren. Mind-mapping ini membantu kamu lebih mengerti alur materi yang kamu sedng pelajari. Menurut saya pribadi sih, setelah saya bikin mind-mapping dengan sukses, saya bisa memahami materi dengan lebih baik. Bahkan tidak mungkin bila saya menghafalnya dengan mudah karena saya menganggap materi tersebut sebuah dongeng atau cerita pendek dengan alurnya yang khas.
Cari referensi soal
Biasanya soal-soal tahun lalu bisa dijadikan referensi pembelajaran. Bukan tidak mungkin jika soalnya ternyata sama persis dengan soal yang diberikan tahun lalu. :lol: Paling tidak, dengan referensi soal tahun lalu, kamu bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana sih kisaran soal yang akan diberikan. Saya mengakui sendiri bahwa referensi soal tersebut sangat membantu saya memprediksi bahan yang akan keluar beserta strategi yang akan dilakukan untuk menghadapi soal dengan tipe demikian.
Buatlah kelompok belajar
Hal ini sangat berguna bagi kamu yang bertipe auditorial. Maksudnya? Di kelompok belajar ini, kamu bisa belajar dengan mendengarkan penjelasan ulang dari temen kamu. Di kelompok belajar ini, kamu juga bisa seru-seruan bareng dengan temen-temen kamu, asal tidak kebablasan saja. Kebiasaan ini pernah saya lakukan di tahun pertama saya kuliah. Ya, sangat membantu pemahaman saya terhadap materi ;) Tips saya untuk satu ini, pilihlah kelompok belajar yang benar-benar belajar materi yang diujikan. Karena pernah nih, saya punya pengalaman malah tidak jadi belajar karena seru-seruan sendiri tadi. :lol:
Belajarlah dengan `kondusif`
Kebiasaan saya masih belum hilang sejak MTs (sederajat dengan SMP), saya bisa belajar dengan lebih baik ketika saya bisa bergerak bebas dan ada alunan musik yang diputar saat saya sedang belajar. Ya, bisa dibilang saya merupakan tipe orang kinestetik dan musikal. Entah kenapa dengan kedua hal tersebut, saya bisa menghafal dengan lebih baik. Saya sih mengira-ngira kalau misalkan kedua kegiatan itu memaksaku untuk berkonsentrasi penuh sehingga terhindar dari kedua usikan itu dan dapat menerima materi ujian dengan baik. Jadi, bagaimanakah kekondusifan belajar kamu? ;) Find it and love it!
Konsumsi asupan bergizi
Kesehatan itu penting, setuju? Bukan mentang-mentang atas nama UAS, jadwal makan kita jadi tidak teratur dan asupannya juga jadi kurang. Menunya ya tetep, 4 sehat lima sempurna. Biasanya yang dilupain itu buah ama susu. Kalo saya sendiri sih, biasanya sudah beli persediaan susu 20 kali saji. Kemudian untuk buah, saya lebih sering membeli jus buah atau salad buah. So, sayangi diri kamu sendiri ya ;)
Kurangi bergadang
Menurut penelitian, tidur malam itu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kenapa? Karena pada larut malam terjadi detoksinasi tubuh, yang mana terjadi penyaringan racun-racun yang ada dalam tubuh. Dan menurut peneliti, sebaiknya kita berada dalam aktivitas terendah atau istirahat, bukannya malah bergadang atas nama UAS. Um, mungkin sulit, tapi kamu bisa bangun pada dini harinya untuk melanjutkan belajar kamu. Oia saya pernah bahas loh antara bergadang dengan tidak [tautan artikel].
Banyak doa dan minta restu orang tua
Saya sendiri sudah terbiasa untuk meminta restu orang tua saat saya ingin menjalani suatu ujian. Saya meminta doa semoga dikuatkan pikiran, diberikan kesehatan, dihindarkan dari kemalasan, kemudahan menyerap materi yang diujikan, dsb. Ya itu doa standar, orang tuamu pasti memiliki doa yang lebih dahsyat. Belum terbiasa? Biasakanlah, kenapa? Karena katanya doa orang tua untuk anaknya itu frekuensi dikabulkan itu lebih besar daripada hanya doa kita sendiri.
Perbanyak ibadah dan sedekah
Lah ini apa hubungannya? beribadah dengan khusyu’ nanti kamu bisa mendapatkan ketenangan jiwa. Setelah itu kamu bisa mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Dengan kedekatan itu, berdoalah dengan baik dan sungguh-sungguh agara doa kamu dikabulkan. Oia, bukan berarti pas ujian doang ibadahnya. Hehe :mrgreen: Makanya itu saya bilang judul poin ini `perbanyak` bukan cuma `banyak`.
Percaya atau tidak, sedekah itu bisa melancarkan doamu. Sedekah itu bukannya malah menghabiskan rezeki kita, akan tetapi bersedekah itu mengubah rezeki kita berupa uang atau barang menjadibentuk rezeki yang lain seperti kesehatan dan kemudahan menghafal. Rezeki yang sedekahkan tak perlu muluk-muluk dan juga tidak terlalu sedikit. Nilai sedekah yang penting di sini yakni istiqamah atau kerutinan kamu bersedekah serta keihklasan kamu.
Huh, ada lagi yang mau menambahkan? Saya simpen dulu ya tips-tips maknyus lainnya. *alesan udah kehabisan tips* :lol: Ayo teman-teman, sudah siapkah kamu UAS? Semangaaat! :D


Akar Pohon yang Kuat (Tips untuk Mahasiswa Baru)


Pohon yang tegak ditopang oleh akar yang kuat.
Saya tidak tahu apakah kata-kata di atas merupakan kutipan dari seseorang yang terkenal atau punya ilmuwan atau orang hebat. Saya menyadarinya hari ini saat saya sedang membantu ibu membuat chesse stick untuk kue lebaran. Ibu saya bilang kalo pembuatan adonannya bagus (benar) maka adonan cheese stick pun akan mudah digiling. “Kamu tau kenapa cheese stick ini mudah digilingnya?” Saya bilang tidak tahu. “Karena pas diolah tadi adonannya dibanting-banting”.
Ada 2 hal yang saya dapatkan dari sini :
1. Sesuatu harus dimulai dari dasar dengan amat sangat baik.
2. Sesuatu menjadi amat sangat baik dan bagus karena pengolahannya (proses perjalanan) yang keras.
Hal pertama, menurut saya bisa berubah-ubah. Maksudnya, tidak semua perjalanan diawali dengan awal yang baik. Tapi, bagaimanapun prosesnya atau perjalanan itu teteplah lakukan dengan baik. Jika ingin memulainya, coba terapkan dari hal terkecil. Kita bisa mencobanya melakukan sesuatu yang baik dan membangkitkan semangat di pagi hari. Misalnya saja, berdoa memohon ampunan dan meminta saat Sembahyang di pagi hari. Ibaratnya, pohon akan berdiri tegak dengan ditopang oleh akar yang kuat.
Hal yang kedua dianalogikan dengan perjalanan hidup kita. Setiap orang memiliki perjalanan yang berliku-liku. Kita sering mendengar orang-orang yang sukses sekarang, dulunya hidup dengan banyak kegagalan dan melalui kerasnya hidup.
Contoh sederhananya, seorang anak SMA yang ingin kuliah terlebih dahulu mengikuti Ujian Akhir Nasional kemudian menghadapi lagi ujian untuk masuk perguruan tinggi. Ketika dia sudah lulus dan menjadi seorang mahasiswa, maka dia telah berganti status menjadi mahasiswa dan naik derjatnya bukan lagi seorang siswa. Sama seperti orang-orang sukses kebanyakan yang dulunya hidup serba kekurangan sekarang hidupnya serba berkecukupan dan berlebihan.
Untuk para MaBa gunakan waktu semester petama ini sebaik-baiknya. Semester-semester awal adalah saat yang paling tepat untuk mendongkrak IP. Setelah melewati Semester 2, biasanya mata kuliah akan bertambah susah. Penulis menyadari saat Semester 3 sulit untuk mendongkrak IP, sebaliknya nilai IP menjadi turun.
Saya cukup meyesal sewaktu Semster 1 dulu, saya kurang serius dalam belajar dan kurang giat untuk memperoleh nilai yang bagus untuk mata kuliah yang sangat mendukung program studi. Selain itu, saat menjadi mahasiswa baru semangat dan euforia masih begitu besar dan juga rasa kebanggaan menjadi seorang mahasiswa UI.
Pergunakan waktu dengan baik dan berusaha untuk melakukan yang terbaik serta jangan lupa selalu berdoa. Jika, sudah mempunya dasar yang bagus maka, kedepannya akan menjadi lebih mudah dalam mengejar target-target yang diinginkan. Selain itu, proses penggilingan (perjalanan) yang kita lalui akan tidak terlalu sulit untuk mencapai garis finish.